• News

Hindari Antrean Angkutan Lebaran 2025, ASDP Imbau Beli Tiket Penyeberangan Lebih Awal

Aliyudin Sofyan | Kamis, 27/02/2025 20:19 WIB
Hindari Antrean Angkutan Lebaran 2025, ASDP Imbau Beli Tiket Penyeberangan Lebih Awal Penumpang kapal penyeberangan. Foto: asdp/katakini

MERAK – Pengguna jasa kapal penyeberangan diimbau membeli tiket lebih awal untuk menghindari antrean panjang selama periode Angkutan Lebaran 2025/1446 H.

Tahun ini, jumlah pengguna jasa diperkirakan meningkat 10% dibanding tahun lalu, mencapai 4,56 juta orang dengan 1,1 juta kendaraan.

"Berdasarkan pengalaman Angkutan Lebaran tahun lalu, 82% pengguna jasa tidak melakukan check-in tepat waktu, dan 85-90% membeli tiket mendekati keberangkatan, yang berdampak pada kepadatan di pelabuhan," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, Kamis (27/2/2025).

Diprediksikan, jumlah penumpang penyeberangan di lintasan terpantau nasional mencapai sekitar 4,56 juta orang dan total kendaraan sebanyak 1,1 juta unit atau masing-masing naik 10 persen dari realisasi tahun lalu.

"Dengan prediksi kenaikan sebesar 10 persen, manajemen dermaga siap operasi sebanyak 50 unit (44 unit milik ASDP, 6 unit non ASDP) sedangkan kapal siap operasi tercatat sebanyak 215 unit kapal (50 kapal ASDP, dan 165 unit reguler non ASDP)," jelas Shelvy merinci.

Selain Pelabuhan Merak dan Bakauheni, ASDP bersama stakeholder terkait juga menyiapkan dukungan operasional di beberapa pelabuhan lain, yakni Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan BBJ Bojonegara, Pelabuhan Indah Kiat, Pelabuhan Pelindo Bojonegara, dan Pelabuhan KBS Cilegon.

Armada yang disiapkan mencakup 55 kapal di lintasan Merak-Bakauheni, 10 kapal di Ciwandan-Bakauheni, dan 5 kapal di BBJ-Muara Pilu. Selain itu, ASDP juga memantau 9 lintasan strategis lainnya, termasuk Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, dan Bajoe-Kolaka.

 

Kemudahan Refund dan Reschedule

Sejak 25 Desember 2024, ASDP juga telah menyederhanakan mekanisme refund dan reschedule tiket Ferizy guna memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna jasa.

Shelvy Arifin menjelaskan, kebijakan baru ini menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. "Kami menyederhanakan potongan biaya agar lebih terjangkau dan ramah pengguna, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman," ujarnya.

Kini, penalti refund yang sebelumnya dikenakan 25% biaya administrasi dan 50% harga tiket, disederhanakan menjadi hanya 25% dari harga tiket. Sementara itu, penalti reschedule yang sebelumnya 25% biaya administrasi dan 25% harga tiket, kini hanya 10% dari harga tiket.

Pengguna jasa dapat mengajukan refund dan reschedule secara lebih praktis melalui aplikasi Ferizy atau Contact Center Hay ASDP 191.