• News

Tanggapi Insiden Tarakan, Kapolri Sebut TNI-Polri Tetap Solid

Eko Budhiarto | Rabu, 26/02/2025 10:48 WIB
Tanggapi Insiden Tarakan, Kapolri Sebut TNI-Polri Tetap Solid Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, TNI dan Polri tetap solid meskipun terjadi insiden penyerangan di Mapolres Tarakan oleh sejumlah oknum prajurit TNI pada hari Senin (24/2/2025).

"Saya kira Pangdam (Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugrah) dan Kapolda (Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Hary Sudwijanto) sudah mengambil langkah-langkah yang diperlukan. TNI dan Polri tetap solid serta terus bekerja sama dalam menjaga dan mengawal negeri ini," ujar Kapolri Jenderal Pol. Sigit dalam keterangannya, Rabu (26/2/2025)

Jenderal Pol. Sigit menekankan bahwa insiden tersebut tidak akan mengganggu hubungan baik antara TNI dan Polri sebagai aparat penegak hukum.

Lebih lanjut jenderal bintang empat tersebut juga mengimbau seluruh pihak untuk terus menjaga solidaritas dan sinergisitas antara TNI dan Polri.

Kapolri menegaskan bahwa kerja sama yang telah terjalin harus makin diperkuat di berbagai sektor.

"Kami selama ini sudah menjalankan berbagai program bersama, termasuk mengawal kebijakan pemerintah, menjaga ketahanan pangan, serta melaksanakan tugas di lapangan. Ke depan sinergisitas dan solidaritas ini harus terus ditingkatkan," terangnya.

Kapolri melanjutkan, "Saya kira masing-masing komandan sudah memahami hal ini. Kami juga sepakat dengan Panglima TNI untuk terus menjaga serta meningkatkan sinergisitas yang sudah ada."

Diketahui bahwa pada Senin (24/2) malam terjadi insiden penyerangan di Mapolres Tarakan, Kalimantan Utara, oleh sejumlah oknum prajurit TNI.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman Kolonel Kav. Kristiyanto mengatakan bahwa oknum yang terlibat telah menjalani pemeriksaan.

"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap oknum TNI diduga lakukan penyerangan, hasilnya akan kami sampaikan lebih lanjut," ucapnya.

Kapendam mengatakan bahwa prajurit yang diduga yang terlibat merupakan beberapa oknum anggota Bantuan Penugasan (BP) Satgas Yonif 614/RJP.

Danyonif 613/Rja sebagai satuan induk terduga tersebut telah menggelar apel luar biasa dan melakukan pemeriksaan.

Langkah cepat dan terukur tersebut, kata dia, diambil sebagai bentuk tanggung jawab komando serta komitmen dalam menjaga disiplin prajurit.

"Kejadian itu hanya salah paham antarindividu atau perorangan, bukan masalah antarinstansi," ucapnya.

 

Keywords :


kapolri TNI
.
Polri solid
.
Tarakan