• Oase

Intip Tradisi Sambut Ramadan dari Berbagai Belahan Dunia

M. Habib Saifullah | Kamis, 27/02/2025 15:50 WIB
Intip Tradisi Sambut Ramadan dari Berbagai Belahan Dunia Ilustrasi ucapan selamat Ramadan FOTO: HO/IST

Katakini.com - Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bulan ini juga dipenuhi dengan berbagai tradisi unik di setiap negara.

Meskipun esensi Ramadan tetap sama, yaitu berpuasa dan memperbanyak amal ibadah, setiap daerah memiliki cara khas dalam menyambut datangnya bulan suci ini.

Dari Asia hingga Afrika, umat Muslim memiliki ritual dan tradisi turun-temurun yang dilakukan menjelang Ramadan. Ada yang merayakannya dengan pawai, ada yang melakukan pembersihan diri, hingga berbagi makanan kepada sesama.

Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal dan semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari budaya Islam di berbagai negara.

Berikut ini 6 tradisi unik dalam menyambut Ramadan dari berbagai belahan dunia:

1. Padusan – Indonesia

Di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta, masyarakat memiliki tradisi Padusan, yaitu mandi atau berendam di sumber mata air alami sebelum memasuki Ramadan.

Tradisi ini berasal dari budaya Jawa yang mengajarkan pentingnya membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, sebelum menjalankan ibadah puasa.

Biasanya, Padusan dilakukan di sungai, mata air, atau tempat pemandian umum, diiringi dengan doa dan dzikir. Tradisi ini telah ada sejak zaman Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo yang memperkenalkan Islam di tanah Jawa.

2. Mesaharati – Timur Tengah

Di beberapa negara Timur Tengah seperti Mesir, Lebanon, dan Suriah, terdapat tradisi unik yang disebut Mesaharati. Tradisi ini melibatkan seseorang yang bertugas membangunkan warga untuk sahur dengan cara berkeliling kampung sambil memukul gendang atau rebana.

Mesaharati biasanya dilakukan oleh pria yang berjalan dari rumah ke rumah sambil meneriakkan lafaz-lafaz doa atau shalawat. Meskipun saat ini alarm dan teknologi telah menggantikan peran tradisi ini, di beberapa desa, Mesaharati masih tetap dilestarikan sebagai bagian dari budaya Ramadan.

3. Gerga’aan – Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain

Di negara-negara Teluk seperti Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain, anak-anak merayakan Gerga’aan, sebuah tradisi yang dilakukan pada pertengahan Ramadan.

Tradisi ini mirip dengan perayaan Halloween di Barat, di mana anak-anak berpakaian tradisional dan berkeliling ke rumah-rumah sambil menyanyikan lagu-lagu Ramadan dan mengumpulkan permen serta hadiah kecil.

Gerga’aan bertujuan untuk memupuk semangat kebersamaan dan kebahagiaan di bulan suci, terutama di kalangan anak-anak. Momen ini menjadi ajang untuk berbagi dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

4. Fanous Ramadan – Mesir

Di Mesir, menyambut Ramadan tak lengkap tanpa lampu lentera berwarna-warni yang disebut Fanous Ramadan. Tradisi ini berasal dari zaman Dinasti Fatimiyah, ketika Khalifah Al-Mu`izz Li-Din Allah memasuki Kairo pada malam pertama Ramadan, dan rakyat menyambutnya dengan lampu lentera.

Hingga kini, Fanous Ramadan masih menjadi simbol kegembiraan menyambut bulan suci. Lentera-lentera ini menghiasi jalanan, rumah, dan masjid, memberikan suasana yang meriah dan penuh spiritualitas.

5. Chaand Raat – Pakistan dan India

Di Pakistan dan India, ada tradisi yang disebut Chaand Raat, yang berarti "Malam Bulan". Tradisi ini dilakukan sehari sebelum Ramadan, ketika umat Muslim berkumpul di pasar untuk berbelanja pakaian, perhiasan, dan makanan khas Ramadan.

Wanita dan anak-anak biasanya memanfaatkan momen ini untuk menghias tangan mereka dengan henna (mehndi) sebagai simbol keberkahan dan kebahagiaan menyambut bulan suci. Suasana malam sebelum Ramadan pun terasa sangat meriah dan penuh kebersamaan.

Keywords :


Ramadan Tradisi
.
Dunia Islam
.