Katakini.com - Perjalanan hidup Nabi Musa AS merupakan salah satu kisah paling fenomenal di dalam Al-Qur'an yang dipenuhi petunjuk serta pelajaran berharga.
Sejak masa bayi hingga dewasa, setiap jengkal perjalanan Nabi Musa AS senantiasa dibimbing oleh kekuasaan dan takdir Allah SWT yang maha sempurna.
Salah satu fragmen perjalanan terbaik beliau adalah ketika menuntut ilmu dan berguru kepada Nabi Khidir AS demi menambah pemahaman spiritualnya.
Perjalanan menuntut ilmu ini menceritakan pentingnya sifat tawadhu dan kerendahan hati walau seseorang sudah memiliki kedudukan yang sangat tinggi.
Kisah pencarian ilmu ini diabadikan secara indah dalam Al-Qur'an pada Surah Al-Kahfi ayat 60 hingga ayat 82 yang sangat sarat makna.
Melalui Surah Al-Kahfi ayat 66, Nabi Musa AS menunjukkan adab seorang penuntut ilmu yang memohon izin santun kepada gurunya sebelum belajar.
Nabi Khidir AS lantas memberikan gambaran bahwa manusia tidak akan sanggup sabar jika belum memahami secara utuh rahasia hikmah di balik peristiwa.
Banyak takdir Allah yang nampak buruk pada lahiriahnya, padahal menyimpan kebaikan yang sangat besar di balik tabir rahasia ilahi tersebut.
Pelajaran ini mengajarkan setiap muslim untuk senantiasa berbaik sangka kepada ketetapan Allah SWT ketika menghadapi kenyataan yang pahit sekalipun.
Selain itu, Nabi Musa AS juga mengajarkan keteguhan sikap dalam menyampaikan kebenaran serta melawan kezaliman penguasa tiran seperti Firaun.
Allah SWT memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk tetap menyampaikan dakwah secara santun sebagaimana termaktub dalam Surah Thaha ayat 44.
Rasulullah SAW juga memuji kesabaran Nabi Musa AS dalam hadis riwayat Bukhari nomor 3405 agar umat Islam meneladani keteguhan hatinya.
Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah menyayangi Nabi Musa yang telah diuji lebih berat namun tetap memilih sabar.
Perjalanan ini membuktikan bahwa perjuangan menegakkan kalimat Allah membutuhkan perpaduan antara keberanian, kesabaran, dan ketawakalan yang kokoh.
Semoga petikan hikmah perjalanan Nabi Musa AS ini mampu meneguhkan keimanan kita dalam mengarungi dinamika ujian hidup di dunia fana.









