Katakini.com - Kisah perseteruan antara Nabi Musa AS dan Firaun merupakan gambaran nyata tentang kehancuran mutlak penguasa yang sombong.
Firaun merupakan contoh raja tiran yang melampaui batas dengan mengklaim dirinya sebagai tuhan yang wajib disembah oleh rakyatnya.
Kesombongan ekstrem Firaun diabadikan secara tegas dalam Al-Qur'an pada Surah An-Nazi'at ayat 24 saat ia mengaku sebagai tuhan tertinggi.
Menghadapi kezaliman tersebut, Allah SWT mengutus Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS untuk menyampaikan dakwah secara santun dan lembut.
Perintah dakwah secara bijak ini termaktub dalam Surah Thaha ayat 44 agar penguasa yang zalim dapat teringat atau merasa takut dan tunduk kepada Allah SWT.
Namun, nasihat kebenaran yang disampaikan justru disambut dengan penolakan keras, kesombongan, serta ancaman pembunuhan terhadap Nabi Musa AS.
Firaun memamerkan kekuatan militer, kekayaan, serta kekuasaannya demi menutupi kebenaran risalah tauhid yang dibawa oleh nabi Allah SWT.
Allah SWT kemudian memperlihatkan mukjizat-Nya melalui tongkat Nabi Musa AS untuk membelah Laut Merah demi menyelamatkan kaum Bani Israil.
Ketika Firaun dan pasukannya nekat mengejar ke tengah laut, Allah SWT menenggelamkan mereka semua tanpa ada satu pun yang tersisa.
Kehancuran tragis Firaun ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah Yunus ayat 90 hingga ayat 92 sebagai pelajaran bagi generasi mendatang.
Bahkan, Allah SWT menyelematkan jasad Firaun agar menjadi bukti nyata sejarah mengenai akibat dari kesombongan menentang kekuasaan Ilahi.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahaya kesombongan dalam hadis riwayat Muslim nomor 91 bahwa kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.
Pelajaran terbesar dari kisah ini adalah menegaskan bahwa kekuasaan, jabatan, dan kekuatan fisik manusia di dunia hanyalah titipan yang sangat fana.
Setiap penguasa maupun individu yang angkuh serta menentang aturan Allah SWT pasti akan menemui kehancuran yang sangat menghinakan.
Semoga kisah ini menjadi pengingat mendalam agar kita senantiasa memelihara sifat tawadhu dan tunduk pada syariat Allah SWT dalam setiap keadaan.









