Surakarta, Jurnas.com - Pura Mangkunegaran Surakarta kembali menggelar perhelatan akbar bertajuk Dhaup Ageng yang menyedot perhatian publik luas. Pernikahan agung atau royal wedding ini mempersatukan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura)—yang merupakan kakak kandung dari Pengageng Pura Mangkunegaran KGPAA Mangkunegara X—dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian, yang merupakan putra dari pendiri perusahaan otobus ternama Rosalia Indah.
Rangkaian acara adat yang penuh dengan nilai luhur budaya Jawa ini sukses diselenggarakan di kompleks Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah.
Acara puncak yang dilangsungkan pada awal November 2026 ini diawali dengan prosesi sakral Dhaup Suci serta tradisi Panggih pengantin di Pendapa Ageng. Suasana magis dan elegan semakin terasa kental dengan persembahan tarian tradisional khas istana, yakni Tari Golek Montro dan Tari Bedhaya Soerya Soemirat, yang memukau para tamu undangan serta masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya prosesi pernikahan sakral tersebut.
Kemegahan perhelatan ini juga semakin istimewa dengan kehadiran deretan tokoh penting nasional, pejabat tinggi negara, hingga tokoh-tokoh penting keraton nusantara. Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), tampak hadir didampingi oleh Iriana Joko Widodo beserta keluarga besar.
Kehadiran rombongan mantan kepala negara tersebut disambut secara hangat dan langsung oleh KGPAA Mangkunegara X di Pendapa Ageng.
Selain itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka turut hadir bersama sang istri, Selvi Ananda, guna memberikan doa restu kepada kedua mempelai. Jajaran menteri dan pejabat negara juga terlihat memadati area resepsi, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Sugiono, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto.
Nuansa adat keraton yang kuat turut diperindah dengan kehadiran para pemimpin adat dari wilayah Solo dan Yogyakarta. Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta KGPAA Paku Alam X tampak hadir memberikan ucapan selamat langsung kepada Gusti Sura dan KPH Adimas. Kehadiran para tokoh penting dari lingkaran tradisi Catur Sagatra ini mencerminkan eratnya hubungan kekeluargaan antar-keraton serta dukungan nyata terhadap upaya nguri-uri budaya atau pelestarian warisan budaya leluhur Nusantara.
Rangkaian acara Dhaup Ageng tidak hanya berhenti pada resepsi tertutup bagi tamu undangan khusus, tetapi juga dirangkai dengan kegiatan kirab pengantin di jalan-jalan protokol Kota Solo serta pesta rakyat di kawasan Pamedan Mangkunegaran. Perhelatan agung ini sukses menjadi simbol perpaduan harmonis antara kelestarian adat istiadat tradisi Jawa klasik dengan partisipasi hangat masyarakat modern di Kota Solo.









