Oase

Kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Saba Penuh Hikmah

Kisah hikmah pertemuan Nabi Sulaiman AS dan Ratu Saba yang sarat pelajaran tentang diplomasi dakwah, kerendahan hati, serta ketundukan pada Allah.
Ilustrasi foto Nabi Sulaiman AS dan ratu Saba

Katakini.com - Kisah pertemuan antara Nabi Sulaiman AS dan Ratu Saba merupakan salah satu perjalanan dakwah paling monumental yang diabadikan dalam Al-Qur'an.

Nabi Sulaiman AS merupakan seorang rasul yang dianugerahi kerajaan megah serta mukjizat mampu memahami bahasa binatang dan memerintah jin.

Kisah diawali ketika burung Hud-hud melaporkan keberadaan Negeri Saba yang dipimpin seorang ratu dengan rakyat yang menyembah matahari.

Laporan burung Hud-hud mengenai kekuasaan dan kemusyrikan rakyat Saba tersebut diabadikan dalam Al-Qur'an Surah An-Naml ayat 23.

Mendengar kabar itu, Nabi Sulaiman AS tidak menyerang dengan kekerasan, melainkan mengirimkan surat dakwah yang sangat santun dan penuh ketegasan.

Surat tersebut dibuka dengan kalimat basmalah serta ajakan agar Ratu Saba beserta rakyatnya tidak menyombongkan diri dan berserah diri kepada Allah.

Isi surat dakwah Nabi Sulaiman AS kepada Ratu Balqis diabadikan secara indah dalam Al-Qur'an Surah An-Naml ayat 30 dan 31.

Ratu Saba yang bijaksana merespons surat tersebut dengan bermusyawarah bersama para pembesarnya demi menghindari peperangan yang merusak.

Ia kemudian mengirimkan hadiah-hadiah mewah kepada Nabi Sulaiman AS untuk menguji apakah beliau seorang raja duniawi atau nabi utusan Allah.

Nabi Sulaiman AS menolak tegas hadiah tersebut dan menegaskan bahwa nikmat serta karunia dari Allah jauh lebih baik dari harta dunia.

Ketika Ratu Saba datang berkunjung, beliau dibuat terpukau oleh kemegahan istana kaca Nabi Sulaiman AS yang mengapung di atas air.

Peristiwa takjubnya Ratu Saba saat memasuki istana megah tersebut diabadikan langsung dalam Al-Qur'an Surah An-Naml ayat 44.

Menyadari keagungan kekuasaan Allah SWT yang melampaui segala kemewahan dunianya, Ratu Saba akhirnya berserah diri dan memeluk agama Islam.

Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam hadis riwayat Muslim nomor 2588 bahwa kelembutan dan kebijaksanaan dalam bertindak akan memperindah segala sesuatu.

Kisah ini memberikan pelajaran mendalam bahwa kebenaran dakwah, kebijaksanaan kepemimpinan, dan kerendahan hati mampu meluluhkan kebatilan tanpa pertumpahan darah.